Home » » Don't talk too much

Don't talk too much

Written By Unknown on Kamis, 24 September 2015 | 22.55



Prof. Nasaruddin Umar
PUSTAKAAFAF.COM: Bicara adalah hak paling mendasar yang dimiliki manusia. Islam mengharuskan umatnya bicara, sungguhpun yang dibicarakan itu pahit, sebagaimana sabda Nabi: “Katakanlah meskipun itu pahit.”Namun bicara yang melampaui batas, selain akan terancam penderitaan di dunia juga neraka di akhirat. Hampir separoh penyesalan dalam hirup terjadi karena mulut, yakni bicara yang tak terkendalikan. Hampir separoh dosa yang lahir dari mulut. Hampir setiap hari mulut kita menelan korban. Membicarakan aib orang lain, berbohong, mengumpat, menyindir, memfitnah, kritik berlebihan, mengutuk, memaki, berkata kotor dan keji, guyon berlebihan, mengejek, menertawakan, menyebarkan rahasia, mengungkapkan amarah, menghujat dan menghasut, mengadu domba, pertengkaran, pembicaraan batil, sumpah palsu, dan ketawa yang mabuk, sudah barang tentu akan membawa penyesalan.
Termasuk bicara di sini ialah dengan menggunakan pena, computer, body language, dan alat komunikasi lainnya yang menyempaikan pesan berlebihan, seperti halnya dalam bentuk lisan tadi, segala sesuatu yang berlebihan berpotensi membawa malapetaka yang menyedihkan. Sebelum neraka akhirat, neraka dunia sudah benyak dialami bagi mereka yang terlalu banyak bicara atau tidak mengontrol pembicaraannya.
Sehubungan dengan ini, Rasulullah Saw memperingatkan kita: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata benar atau lebih baik diam. Apabila kamu melihat orang mukmin pendiam lagi berwibawa, maka dekatilah ia karena ia akan mengajarkan hikmah. Termasuk bagusnya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak penting baginya.”
“Maukah aku ajarkan kepadamu amal yang ringan dikerjakan badan tetapi berat dalam timbangan? Dijawab oleh sahabat ya, lalu Rasulullah menjawab: “Yaitu diam, bagus budi pekerti, dan meninggalkan apa yang tidak penting bagimu. Kebahagiaan itu bagi yang menahan kata-kata dari lidahnya, dan menginfakkan kelebihan dari hartanya. Katakanlah perkataanmu dan janganlah kamu digoda syaitan.”
Orang-orang yang banyak berbicara dalam arti pembicaraan yang tidak berguna dan malah merugikan orang lain maka sebaiknya dihindari untuk menjadikannya sebagai sahabat karib. Ini sesuai dengan apa yang diisyaratkan Allah Swt dalam Al Qur’an:
“Maka janganlah kamu duduk berserta mereka sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesunggunya (kalau kamu berbuat demikian,) tentulah kamu serupa dengan mereka)” QS. An-Nisa [4]: 140). Jika kita bersahabat dengan mereka sudah barang tentu akan menyedot kita ke dalam energi negativ, pada saatnya membuat diri kita terlibat ke dalam berbagai masalah. Sebaliknya jika kita bersahabat dengan orang-orang arif bijaksana maka kita juga akan tersedot ke dalam energi positif, yang pada saatnya akan mendatangkan hikmah positif
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Tintaku - All Rights Reserved
Responsive by Mas Yadi Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger